Latar Belakang

Pengembangan keanekaragaman hayati (KEHATI), baik flora maupun fauna menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan Pelestarian Konservasi Sumber Daya Alam daerah hulu. Kegiatan ini dijalankan melalui Program Ayung Lestari yang dikembangkan oleh CSR PT. Tirta Investama (AQUA) Mambal yang saat ini bekerjasama dengan PPLH Bali baik di wilayah Desa Pelaga dan Desa Belok Sidan.  Hal ini dimaksudkan  sebagai  upaya  perlindungan terhadap lingkungan dan sumber daya alam guna menjamin kesinambungan sumber daya alam yang ada serta meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

Berkaitan dengan upaya pelestarian keanekaragaman hayati khususnya satwa langka, dalam program Ayung Lestari dikembangkan kegiatan pendampingan untuk penangkaran (konservasi ex-situ) Burung Curik Bali (Leucopsar rothscildi). Lokasi penangkaran dimulai dari Banjar Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.  Sedangkan untuk pengembangan floranya, dilakukan penanaman tanaman kayu yang berfungsi untuk upacara keagamaan serta tanaman endemik Bali. Penanaman pohon ini dimonitor pertumbuhannya secara berkala untuk mengetahui persentase tingkat tumbuhnya dan upaya penyulaman tanaman yang mati.

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional diperingati setiap tanggal 5 November. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional serta menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita. Melestarikan puspa dan satwa berarti menjaga keanekaragaman hayati. Puspa dan satwa sebagai bagian dari keanekaragaman hayati merupakan modal penting bagi pemenuhan kebutuhan dasar manusia serta menjadi penyangga keseimbangan ekosistem.

 

Terkait dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Tahun 2017 ini Pemerintah Desa Belok Sidan bersama PT. Tirta Investama (AQUA) Mambal, PPLH Bali dan BPDAS HL Unda Anyar melaksanakan kegiatan Pelepasliaran Burung Endemik Bali dan Penanaman Pohon di Banjar Jempanang, Desa Belok Sidan. Pelepasliaran burung endemik sebagai salah satu upaya penambahan populasi jenis burung di wilayah hulu DAS Ayung khususnya wilayah Jempanang. Pemilihan jenis burung endemik yang dilepasliarkan juga disesuaikan dengan hasil monitoring keanekaragaman jenis flora dan fauna di wilayah Jempanang setiap tahunnya.  Untuk peningkatan keragaman floranya, direncanakan adanya kegiatan penanaman pohon khususnya jenis tanaman upakara dan endemik Bali. Upaya untuk meningkatkan populasi jenis flora dan fauna khususnya jenis langka juga dikuatkan dengan penetapan Peraturan Desa Belok Sidan No. 2 Tahun 2017 tentang perlindungan tanaman dan satwa endemik dan langka dilindungi. Dengan adanya kegiatan pelepasliaran burung endemik dan penanaman pohon ini diharapkan keanekaragaman hayati di wilayah Jempanang dan hulu DAS Ayung tetap terjaga dan lestari.

 Tujuan dan Keluaran

Tujuan kegiatan  pelepasliaran burung  endemik Bali dan penanaman pohon ini:

  1. Meningkatkan kelimpahan jenis burung endemik di alam sebagai salah satu upaya pelestarian keanekaragaman hayati  di wilayah hulu DAS Ayung, khususnya di Banjar Jempanang, Desa Belok Sidan.
  2. Menambah keragaman jenis tanaman khususnya tanaman upakara dan tanaman endemik Bali untuk pemenuhan kegiatan keagamaan serta pelestarian budaya Bali.

Keluaran yang ingin dicapai adalah penambahan jumlah populasi burung endemik di Banjar Jempanang, Desa Belok Sidan sebanyak 100 ekor yang terdiri dari jenis :

  • Kacamata (Zosterops palpebrosus) :  25 ekor
  • Cinglar :  25 ekor
  • Cendet :  20 ekor
  • Perkutut (Geopelias striata) :  20 ekor
  • Gelatik (Padda oryzivora) :  10 ekor

Untuk jenis tanaman upakara dan endemik yang ditanam sebanyak 250 bibit yaitu:

  • Cempaka ((Michelia champaka) :  50 bibit
  • Gaharu (Aquilaria malaccensis) :  50 bibit
  • Intaran (Azadirachta indica) :  50 bibit
  • Ampupu (Eucalyptus urophylla) :  100 bibit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *