Tersedianya sumber daya alam secara berkelanjutan dipahami sebagai salah satu tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan. Keanekaragaman hayati menjadi aspek penting dalam pelestarian sumber daya alam karena keberadaan flora dan fauna akan sangat berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem serta keberlangsungan kehidupan manusia.

Keanekaragaman hayati adalah keberagaman tumbuhan, hewan dan makhluk hidup lain yang tumbuh hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu. Secara sederhana, keanekaragaman hayati merujuk pada berbagai jenis kehidupan biologis di alam. Tingkat keanekaragaman hayati di satu daerah akan berbeda dengan daerah lainnya. Jenis tumbuhan atau hewan yang hidup dan mendiami suatu daerah akan berbeda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor lingkungan yang dipengaruhi oleh letak geografis dari daerah tersebut yang mengakibatkan adanya perbedaan iklim dan cuaca. Adanya tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi memberikan manfaat yang luar biasa bagi kelangsungan hidup manusia. Manfaat yang dapat dirasakan terlihat dari segi layanan lingkungan, pemenuhan kebutuhan, peningkatan ekonomi dan pengetahuan.

Tingkat keanekaragaman hayati yang sehat menyediakan sejumlah layanan jasa lingkungan alam bagi manusia. Hal ini meliputi perlindungan sumber daya air, perlindungan tanah dari bahaya longsor dan banjir, penyimpanan nutrisi (unsur hara). Sumber daya hayati juga berperan dalam menyerap zat pencemar lingkungan seperti CO2, menjaga stabilitas iklim dan menjaga keseimbangan ekosistem. Keanekaragaman spesies yang besar menjamin keberlanjutan alam dalam mendukung semua bentuk kehidupan ekosistem. Berperan pula dalam menurunkan resiko berbagai bencana alam seperti keanekaragaman di mangrove (bakau) dapat mencegah abrasi, tsunami. Dengan kata lain keanekaragaman hayati menjadi penentu kelangsungan ekosistem atau sering disebut pula sebagai penyeimbang ekologi kehidupan.

Manfaat keanekaragaman hayati dalam pemenuhan kebutuhan manusia baik primer maupun sekunder. Pemenuhan kebutuhan pokok manusia dari keberadaan keanekaragaman hayati diantaranya sandang, pangan dan papan. Di Bali sendiri, terdapat jenis tanaman upakara (taru pramana) dimana jenis tanaman ini mempunyai nilai penting bagi sosial budaya masyarakat. Tanaman katagori ini adalah tanaman yang dipakai sebagai sarana upacara Agama Hindu baik daun, buah, bunga, batang dan akarnya dan kegunaannya tidak dapat digantikan oleh jenis tanaman lainnya. Sedangkan untuk pemenuhan salah satu kebutuhan sekunder manusia yaitu kebutuhan untuk mendapatkan liburan dan refreshing melalui wisata alam yang disediakan mencakup keanekaragaman hayati didalamnya.

Manfaat terakhir adalah sebagai kebutuhan objek ilmu pengetahuan bagi manusia yang berdampak pada peningkatan ekonomi. Berbagai penelitian terkait isu-isu alam, kesehatan manusia dan kepentingan sains lainnya. Eksistensi dari keanekaragaman hayati akan saling membantu keberhasilan serta berlangsungnya penelitian ilmiah yang berguna bagi perkembangan teknologi, kebutuhan pengobatan, dan penemuan lain yang berpengaruh bagi kelangsungan kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Sebagai contoh, banyaknya jumlah spesies tumbuhan berarti memiliki lebih banyak potensi obat-obatan, mengurangi dampak perubahan iklim serta meningkatkan sumber makanan.

Keanekaragaman hayati bersifat tidak stabil. Pencemaran lingkungan, perusakan hutan, ancaman kerusakan keanekaragaman hayati lebih lanjut akan menurunkan jumlah keanekaragaman sumber daya hayati. Pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap keberlanjutan manusia dan makhluk lainnya. Metode konservasi yang tepat dan strategi pembangunan berkelanjutan menjadi pendekatan integral yang dapat diupayakan guna melestarikan keanekaragaman hayati. Alam dapat hidup tanpa manusia. Namun, akankah manusia dapat hidup tanpa keanekaragaman hayati yang ada di alam??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *