Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung sebagai sungai terbesar di Bali, menjadi salah satu penyedia air bagi kehidupan masyarakat di beberapa wilayah kabupaten, terutama masyarakat Kabupaten Badung.

Penggunaan air dari DAS Ayung selama ini sebagian besar dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, ritual keagamaan, kehidupan sosial, industri air bersih dan sektor industri pariwisata (hotel, restaurant, dan wisata arung jeram/rafting). Untuk bisa terus menghasilkan air secara berkelanjutan (baik secara kuantitas maupun kualitas), maka pengelolaan sumber daya air dan hutan merupakan upaya penting yang harus dilakukan oleh semua pihak. Kerusakan hutan di bagian hulu akan mempengaruhi kondisi air yang mengalir di sungai, karena air hujan yang ada tidak akan bisa tertahan secara optimal dalam tanah. Oleh karena itu, memberikan tanggungjawab hanya kepada masyarakat hulu untuk menjaga ekosistem (hutan) dan DAS merupakan bentuk ketidakadilan.

Memperhatikan arti penting DAS Ayung bagi kehidupan sosial ekonomi, lingkungan dan budaya masyarakat, serta seiring perkembangan kehidupan masyarakat di sepanjang wilayah DAS, diperlukan adanya upaya pengelolaan DAS Ayung secara terpadu.

Pendekatan terpadu perlu dikembangkan mulai dari perencanaan, perumusan kebijakan, pelaksanaan sampai monitoring dan evaluasi. Hal ini dilakukan agar semua pemangku kepentingan dapat memperoleh manfaat bagi peningkatan kehidupan sosial ekonomi sekaligus turut memelihara kelestarian sumberdaya air di wilayah DAS tersebut. Untuk itu, diperlukan adanya upaya yang konkrit dari para pihak untuk ikut serta dalam mengelola dan melestarikan sumberdaya air dari DAS Ayung baik di bagian hulu, tegah dan hilir.

Keberadaan POKJA Ayung Lestari, lahir dari hasil Workshop Pengelolan DAS Ayung Secara Terpadu yang diinisiasi bersama oleh PT. Tirta Investama-AQUA Mambal, JANMA dan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Badung pada 26 Juli 2013 di Desa Pelaga, Kecamatan Petang guna menjawab berbagai permasalahan dan tantangan yang terjadi. Kehadiran POKJA ini merupakan bentuk keperihatinan dan sekaligus kepedulian dari beberapa pihak terkait untuk menangani masalah pengelolaan Air Sungai Ayung.

KEANGGOTAAN POKJA AYUNG LESTARI terdiri dari unsur akademisi, LSM, tokoh masyarakat, subak, swasta dan pemerintah.

TUJUAN DAN SASARAN
Mewujudkan kelestarian fungsi DAS Ayung secara ekologis, sosial ekonomi, dan sosial budaya dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan menuju Bali yang Lestari. Untuk dapat terwujudnya tujuan tersebut, ada beberapa sasaran yang akan dikembangkan antara lain :

  1. Pengelolaan lingkungan DAS Ayung secara terpadu, komprehensif dan partisipatif untuk meningkatkan kualitas sumberdaya alam dan lingkungan DAS Ayung melalui pelestarian konservasi lahan secara
    berkelanjutan
  2. Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam DAS Ayung yang berwawasan lingkungan, sesuai dengan daya dukung, peruntukan dan baku mutu lingkungan, melalui pengkajian secara teratur kondisi sumber-sumber air, debit air, tingkat pencemaran air dan tingkat erosi/sedimentasi yang ada.
  3. Pengembangan sosial ekonomi masyarakat (livelihood). Khususnya masyarakat di bagian hulu DAS Ayung melalui pemberian konvensasi atas pelestarian sumberdaya hutan (penanaman pohon) yang telah dilakukan di lingkungan DAS Ayung guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian
    lingkungan.

PERAN DAN KEGIATAN
Peran Pokja Ayung Lestari sebagai wadah penyedia informasi/data, koordinasi, integrasi, singkronisasi, dan simplikasi (KISS) program yang didukung/dikembangkan oleh para pemangku kepentingan. Melalui forum ini diharapkan adanya kepedulian dan komitmen bersama para pihak untuk berkontribusi dalam pelestarian daerah hulu DAS Ayung, melalui program CSR (Coorporate Social Responsibility) mereka masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan dampaknya bagi masyarakat.